Laporan Makalah Entrepreneur “Kreativitas Dari Kelapa”

LAPORAN ENTREPRENEUR DALAM PEMBUATAN KERAJINAN DARI KELAPA YANG ADA DI WILAYAH KABUPATEN SUKABUMI

Disusun Oleh:

Kelompok 3

 

  1. Ajeng Nur Fauziah
  2. Elsi Siti Jenab
  3. Eneng Retno C. Vanessa
  4. Firda Nurfadilah
  5. Halisah Agustina

 

 

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUKABUMI

KOTA SUKABUMI

TAHUN 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya  sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kerajinan  dari batok kelapa di  Sekolah Tiinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi Tahun 2018 ini dengan lancar.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya laporan ini.

Semoga laporan ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

 

 

Sukabumi,            Oktober 2018

 

Penyusun

 


DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................

DAFTAR ISI ..........................................................................................................................

 

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang .............................................................................................................
  2. Visi Misi ......................................................................................................................
  3. Tujuan ..........................................................................................................................

 

BAB II PEMBAHASAN

  1. Mengenali Dan Peluang Usaha.....................................................................................
  2. Manajemen Resiko ......................................................................................................
  3. Mengidentifikasi Hal Menarik .....................................................................................
  4. Proses Produksi ............................................................................................................
  5. Proyeksi Arus Kas........................................................................................................

 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ..................................................................................................................
  2. Saran Dan Tanggapan ..................................................................................................

 

Daftar Pustaka

 


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menjadi profesi bidan yang unggul di bidang kewirausahaan/interprenuership dalam bentuk praktek mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya kewirausahaan yang bergerak dibidang kesehatan sangat membantu dalam pengembangan pembangunan yang mana pada masa sekarang ini. Sebagai pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai kemampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.

Di Indonesia lebih tepatnya di wilayah Jawa Barat Kabupaten Sukabumi yang memiliki luas perkebunan kelapa seluas 5.138.000 hektar kepemilikan baik rakyat maupun swasta pada tahun 2016. Kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

Dalam kehidupan, banyak tantangan hidup yang harus diatasi, dihadapi dandiselesaikan. Meliputi tantangan bersaing dalam keadaan fisik maupun mental. Hal tersebut merupakan suatu hal pemenuhan dalam kebutuhan baik rohani maupun jasmani. Didasari oleh zaman yang semakin maju, modern dan persaingan memenuhi kebutuhan yang semakin pesat.

Batang pohon kelapa dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang terkenal tahan akan cuaca dan gangguan serangga-serangga kayu. Daun kelapa dapat digunakan untuk membuat selongsong kupat. Tulang daunnya (lidi) digunakan untuk membuat sapu. Pelepah daunnya dapat digunakan sebagai kayu bakar. Kulit buahnya (serabut) dapat digunakan untuk membuat sapu. Daging buahnya yang masih muda dapat dibuat minuman, sedangkan yang sudah tua dapat digunakan sebagai bahan santan atau untuk membuat minyak goreng.

Satu hal yang menarik dalam memanfaatkan bagian-bagian kelapa adalah pada batok atau cangkang buahnya. Hal ini karena sekilas mungkin tidak terpikirkan bahwa batok kelapa mempunyai nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan buah kelapanya itu sendiri. Dengan sentuhan tangan-tangan kreatif, batok kelapa dapat menjadi benda-benda kerajinan yang mempunyai nilai guna, nilai seni, dan bahkan keduanya.

Seni kerajinan ini belum begitu luas di indonesia, perkembangan seni kerajinan ini baru muncul era tahun 90 an,  kerajian batok kelapa banyak di jumpai di daerah jawa, dan sulawesi. Munculnya kesenian ini bermula banyaknya pabrik-pabrik kelapa dan banyaknya tumbuhan kelapa di indonesia, sehingga banyak tempurung kelapa di jadikan bahan bakar sayang tidak ada guna, hal inilah masyarakat indonesia mengambil inisiatif dan membuat menjadi bahan ekonomis

Dengan factor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat. Kami yakin usaha yang Kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan, bagi pribadi maupun orang lain. Oleh karena itu sangat besar harapan Kami dapat menjalankan, mengembangkan usaha ini dengan semaksimal mungkin.

 

 B. Visi dan Misi

Visi : Mampu mensejahterahkan masyarakat terutama bidang ekonomi.

Misi  :

  1. Meningkatkan kreaktifitas masyarakat.
  2. Menciptakan lapangan perkerjaan.
  3. Menciptakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat

 

C. Tujuan

Tujuan dari didirikannya Usaha dari batok kelapa ini adalah :

  1. Untuk menambah  penghasilan yang dapat gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari
  2. Menciptakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat dengan membentuk sebuah koperasi
  3. Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang berwirausaha kepada masyarakat
  4. Bisa memanfaatkan waktu luang, untuk sesuatu yang berguna
  5. Menciptakan lapanagan pekerjaan
  6. Memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai.

 


BAB II

PEMBAHASAN

A. Mengenali dan Peluang Usaha

Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa

  • Minat sesorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainnya
  • Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin
  • Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.

Disamping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut:

  • Pengaruh lingkungan sekitar
  • Banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih
  • Kecocokan anatara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu
  • Banyak sedikitnya pesaing
  • Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan

Peluang usaha di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut ini :

a. Jasa Servis

Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi sehingga banyak sekali dijumpai alat canggih seperti televisi, komputer, sepeda motor, bahkan mobil.

b. Jas Hiburan

Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh panggung hiburan seperti dangdut.

c. Jasa Transportasi

Contoh: menyediakan angkutan antar jemput untuk mengantarkan dan mengambil limbah (kelapa).

d. Jasa Kesehatan

Contoh memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan jaminan.

e. Jasa yang lain

Contoh penyalur baik limbah maupun kerajinan.

Sedangkan pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha dari limbah kelapa dengan mempertimbangkan produk-produk yang:

  1. Mudah dalam pemakaian
  2. Mudah didapat
  3. Efisien dalam penggunaan
  4. Kualitas produk bernilai seni maupun guna
  5. Hemat dalam pembuatan maupun pemakaian
  6. Adanya jaminan nilai jual

 

Analisis peluang usaha berdasar minat dan daya beli konsumen

Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke tempat cendramata atau kerajinan serta melalui e-commerce.

Demikian juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen, kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.

  • Apakah mereka dari kalangan atas, menengah, atau bawah?
  • Apakah mereka berpenghasilan tinggi, sedang atau rendah?
  • Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa?
  • Apakah mereka orang yang tinggal di kota, desa atau pesisir pantai?
  • Apakah mereka memiliki jiwa seni atau tidak?
  • Apakah mereka konsumtif atau tidak?

 

 B. Manejemen Resiko

Manajemen resiko adalah suatu proses, yang dilakukan secara menyeluruh baik oleh dewan direksi, manajemen dan karyawan lainnya, diterapkan dalam pengaturan strategi dan di seluruh perusahaan, yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi perusahaan, mengelola resiko bersamaan dengan resiko, memilih teknik yang paling tepat untuk mengatasi kejadian tersebut, dan memberikan keyakinan tentang pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

C. Mengidentifikasi Dan Hal Menarik

Kami menciptakan jaminan atau tunjangan kesehatan dalam bentuk menabung dari kreativitas yang dihasilkan dari limbah kelapa yang diawali melakukan penyuluhan bagaimana cara mengelola limbah tersebut sehingga memiliki nilai seni dan nilai jual. Dimana masyarakat dapat melakukan penyortiran hasil kerajinan yang dibuat dari limbah tersebut ke koperasi dengan mendapatkan laba per produk dengan hasil 10% dari laba untuk jaminan asuransi kesehatan yang kami rencanakan.

D. Proses Produksi

Salah satu contoh bentuk kerajinan dari limbah batok kelapa.

Tempat Lilin dan Permen Bertingkat dari Batok Kelapa

Alat dan bahan :

  1. Bor
  2. Batok kelapa
  3. Kayu
  4. Pensil
  5. Pernis
  6. Amplas kasar dan halus
  7. Tali
  8. Gergaji

Cara membuat :

  1. Belah batok kelapa dengan gergaji
  2. Hilangkan serabut kelapa degan mengamplas menggunakan amplas kasar
  3. Setelah serabut sudah bersih amplas kembali dengan menggunakan amplas halus
  4. Beri tanda dengan menggunakan pensil di samping kanan dan kiri natok yang akan di bor
  5. Siapkan 2 batang kayu yang tingginya sama sebagai penyangga batok
  6. Pernislah batok dan kayu secara berulang agar warnanya lebih mengkilat
  7. Tunggu sampai kering
  8. Susun menjadi 2 tingkat dan satukan batok dengan kayu menggunakan tali
  9. Tempat lilin dan permen bertingkat sudah siap digunakan.
  • Potensi Dasar Kelebihan Dan Usaha

Tempat lilin dan permen bertingkat ini menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Kami menggunakan batok kelapa yang mudah dicari dan tidak merusak lingkungan. Memanfaatkan batok kelapa yang jika dibuang akan menjadi limbah dan mengubahnya menjadi barang berharga. Hal tersebut juga menjadikan produk tempat lilin dan permen bertingkat ini memiliki bentuk yang unik. Produk ini juga tahan lama dan tidak mudah rusak.

  • Kendala

Untuk membuat produk ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena memang cukup sulit dibuat. Di era modern ini, tidak banyak masyarakat yang menyukai kerajinan tradisional sehingga kami harus pintar-pintar dalam mempromosikannya.

  • Strategi Pemasaran

Dengan banyaknya produk rumah tangga yang terbuat dari batok kelapa, maka tidak heran jika muncul kerajinan dari bahan dasar sejenis yaitu batok kelapa. Untuk memperluas dan memasarkan hasil kerajinan ini, maka diperlukan strategi yang tepat  agar  produk kerajinan  ini dapat terjual sesuai sasaran. Strategi yang tepat akan menentukan bagaimana nanti produk yang dijual dapat terjual dengan cepat.

Strategi pemasaran yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan. Hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Masih sangat jarang dijumpai tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Untuk itu menjadi ide baru apabila kerajinan ini dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami juga akan  kerjasama dengan pemilik restoran maupun rumah makan yang membutuhkan tempat lilin dan permen dari batok ini. Tempat lilin dari batok yang kami buat, selain mempunyai fungsi pakai untuk menaruh lilin, tetapi juga berfungsi sebagai tempat hias. Sehingga sangat cocok untuk restoran atau rumah makan untuk memperindah meja makan yang ada disana, sekaligus untuk mengusir lalat yang ada di sekitar meja makan tersebut. Sedangkan dibawahnya berfungsi sebagai tempat permen. Strategi lain yang akan kami lakukan yaitu dengan menitipkan hasil produk kami di pusat oleh-oleh dan pusat kerajinan. Biasanya pembeli yang mendatangi pusat oleh-oleh atau pusat kerajinan yaitu orang-orang luar kota sehingga ada kemungkinan mereka akan tertarik dan membelinya. Selain itu, kami juga akanmenjualnya  dalam acara arisan ibu-ibu.

Selain itu, strategi penjualan yang akan kami lakukan dengan cara mengiklankan produk kami melalui internet. Strategi penjualan melalui internet sangat efektif dilakukan. Kami akan memanfaatkan social media, seperti intstagram, twitter, facebook, blog, dll untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kami. Dengan memanfaatkan social media tersebut diharapkan  banyak pembaca yang tertarik untuk membeli produk kami.

  • Penjualan

Dalam penjualan produk kami yaitu tempat lilin dan permen dari batok kelapa, kami akan menggunakan sistem konsinyasi dan sistem penjualan online. Dalam sistem konsinyasi kami akan bekerjasama dan  menitipkan hasil produk kami di toko pusat oleh-oleh, dan toko souvenir. Untuk bagi hasil nantinya kami akan mendiskusikannya dengan pemilik toko-toko tersebut. Untuk penjualan online, kami akan memasang iklan di beberapa  media sosial seperti instragram, facebook, twiter dll.

Tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang kami buat yaitu bertingkat.

Fungsi  dari masing masing tingkatan ini dapat disesuaikan sendiri oleh pemakai. Tempat lilin ini sangat cocok untuk tempat lilin aromaterapi.  Kami akan menjualnya dengan harga Rp 20.000 per biji. kami akan melayani pembelian dalam jumlah sedikit ataupun banyak. Jika konsumen membeli dalam jumlah banyak , dapat memesan terlebih dahulu. Untuk konsumen yang membeli dalam jumlah banyak dapat mendapatkan diskon.

Untuk  memasarkan  produk kami agar cepat terjual atau untuk menarik orang-orang agar tertarik yaitu kami akan gencar dalam melakukan promosi. Kami akan menawarkannya di sejumlah rumah makan atau restoran.

  • Hasil Dan Pembahasan

Produk kerajinan tempat lilin dan permen bertingkat dari batok kelapa ini kami buat dengan memanfaatkan limbah buah kelapa, yaitu dengan mendaur ulang batok kelapa menjadi barang yang dapat berguna lebih di kehidupan sehari-hari. Produk ini kami buat, lalu kami jual, sehingga memperoleh laba. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif, dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian untuk penjualan kami juga menyertai label dan kemasan yang membuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media social dan juga menyebar brosur.

E. Proyeksi Arus Kas

Perhitungan Modal Dan Laba

A. Modal

  • Batok kelapa :           Rp 5.000
  • Amplas :           Rp 1.000
  • Kayu :           Rp 4.000
  • Pernis :           Rp 4.000
  • Tali :           Rp 3.000
  • Total anggaran : Rp 17.000

B. Laba

  • Biaya produksi : Rp 17.000
  • Harga jual :           Rp 22.000
  • Laba :           Rp 22.000 – Rp 17.000 = Rp 5.000

Maka jaminan kesehatan yang ditabung didapat dari per produk sebanyak 10% dari laba yaitu Rp. 500,-/pcs.

Misalkan dari 1 kepala keluarga menghasilkan 30 produk perbulan maka hasil yang didapat sebanyak Rp.15.000,- untuk jaminan kesehatan.

Jaminan yang didapat dikoperasi perbulan untuk kesehatan apabila 50 kepala keluarga didalam satu desa sebanyak Rp.750.000,-

 


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pohon kelapa memiliki banyak manfaat. Salah satu bagian tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah batoknya. Batok atau tempurung kelapa dapat dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang multifungsi, contohnya adalah tempat lilin dan permen bertingkat. Selain ramah lingkungan, bahannya mudah didapat, tempat lilin dan permen dari batok kelapa juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Pembuatan ini memakan waktu yang cukup lama, karena memang cukup sulit dibuat. Dalam pemasarannya, yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan, karena hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami memasarkan produk kami melalui media sosial. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian, kami juga akan menyertakan label dan kemasan yang memuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media sosial dan brosur.

B. Saran Dan Tanggapan

  1. Sebaiknya dalam menggunakan alat-alat pertukangan seperti bor dan gergaji harus berhati-hati agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan
  2. Untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika tinggi harus memiliki kreativitas yang tinggi juga.

 


DAFTAR PUSTAKA

https://farhanirs.blogspot.com/2018/02/laporan-kerajinan-dari-batok-kelapa.html

http://myactifityinmylife.blogspot.com/2016/01/makalah-kewirausaan-dalam-bidang.html

http://rizqaiinayah.blogspot.com/2014/07/tugas-kewirausahaan.html

 


NB :

Laporan ini dibuat sebagai materi tugas mata kuliah “Informasi dan Teknologi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi http://www.stikesmi.ac.id dan diampu oleh Geri Sugiran AS., S.TP http://www.geri.my.id

“TUGAS FILM PENDEK BERBAGI ITU INDAH”

Seorang mahasiswa yang mempunyai sisi kemanusiaan tinggi dan berempati pada seorang pengemis yang sedang kelaparan. Sesama perempuan, dia lebih memilih sisi kemanusiaannya dibanding egonya sendiri.

Dia memberikan makanan yang baru saja dibelinya disebuah warung makan kepada pengemis itu, padahal dirinya sendiri sudah kelaparan dan hanya memiliki uang untuk beli 1 porsi makan itu saja. Karena ia yakin bahwa Allah pasti akan mengganti segala kebaikan yang telah diperbuatnya.

Dan akhirnya Allah membalas kebaikannya langsung pada hari itu juga.

Dibuat oleh Kelompok 3

Pemeran :

Halisah Agustina sebagai Mahasiswa 1

Elsi Siti Jenab sebagai Mahasiswa 2

Ajeng Nur Fauziah sebagai Mahasiswa 3

Firda Nurfadilah sebagai Pengemis

Penulis Naskah :

Elsi Siti Jenab

Penata Kamera :

Eneng Retno C. Vanessa

Editor :

Eneng Retno C. Vanessa

Kelebihan menurut para komentator dari teman kelompok lain, video yang kami buat adalah pesan moralnya sudah bisa disampaikan dengan baik, proses editing pun apik namun yang disayangkan adalah video terlihat seperti terburu-buru dan terlalu cepat dibagian pesan moralnya dan juga ada yang berpendapat bahwa bagian klimaks kurang jelas.

Saya sendiri sebagai pembuat naskah dan pemain. Saya banyak belajar dari film tersebut menjadi seorang pemain film itu tidak mudah karena harus menguasai karakter dan mimiknya. Pada take film tersebut saya sebagai figuran pada awal take, dan pada akhir take sebagai teman kost yang peduli terhadap temanya sendiri.

Untuk menjadi pembuat naskah saya merasa senang karena dapat bekerja sama baik dengan kelompok saya. Dalam proses pembuatan naskah berawal dari saya terinspirasi pada lingkungan sekitar kita, yang akhirnya menjadi naskah. Sudut pandang saya terhadap lingkungan sekitar kita masih ada sebagian orang yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makan. Ada pula sebagian orang yang tidak menpunyai rasa iba atau belas kasih terhadap orang yang kurang mampu  yang ada di lingkungan sekitar kita, mereka hanya mementingan diri sendiri. Untungnya ada pula orang-orang yang masih sadar, peduli,  memiliki rasa empati belas kasih pada orang-orang yang ada di lingkungan sekitar kita walaupun mereka dalam keadaan pas-pasan.

Dari pandangan saya terhadap lingkungan, saya mulai mengajukan pendapat ke kelompok saya untuk dijadikan cerita film, mereka setuju akan cerita saya untuk dijadikan naskah. Selanjutnya saya mulai menyusun naskah dengan diawali menentukan karakter, atributnya, aksi/tindakan, situasi, lalu menjabarkan dan identifikasi cerita ke dalam kalimat. Saya diskusi bersama-sama dengan kelompok saya, supaya terbuka dengan segala kemungkinan pendapat. Beberapa teman saya berpendapat dan menambahkan cerita pada naskah, itu sangat membantu terhadap lancarnya untuk pembuatan naskah. Ke tahap berikutnya saya kemudian menjabarkan cerita-cerita menjadi sinopsis, lalu menjadi cerita yang tersusun dan akhirnya menjadi dialog-dialog naskah yang utuh. Satu hal penting yang saya ambil dari proses pembuatan naskah adalah lancarnya komunikasi dan keterbukaaan menerima masukan dari teman-teman kelompok saya selama proses menulis skenario sangat berperan untuk menjadi naskah yang bagus. Rasanya puas dan bangga saya terhadap hasil naskah tersebut yang diambil dari kehidupan realita gambaran untuk kita semua akan peduli ke sesama, yang pada akhir menghasilkan kebaikan.

Itulah kurang lebih pengalaman saya menjadi pembuat naskah dan pemain  dalam pembuatan film pendek yang berjudul "Berbagi Itu Indah" .

NB :

Dibuat sebagai tugas mata kuliah Teknologi dan Informasi tentang Smartphone Videography dijurusan Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi http://www.stikesmi.ac.id yang diampu oleh Geri Sugiran AS., STP http://www.geri.my.id

“REVIEW JURNAL SISTEM PENDATAAN JADWAL PASIEN MELAHIRKAN NORMAL BERBASIS WEB PADA BIDAN PRAKTEK”

      Bidan praktek adalah suatu instansi pelayanan masyarakat secara mandiri yang memberikan asuhan dalam lingkup praktek kebidanan. Praktek kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan atau asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen. Dalam melayani masyarakat, bidan melakukan pertolongan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu yang akan melahirkan dengan normal. Namun dalam proses pengolahan data pasien melahirkan normal di tempat bidan Devi Nur Rochmawati, AMd.,Keb yang beralamat di Desa Dermosari, Durensari Bagelen Purworejo, saat ini masih menggunakan sistem manual dengan hanya mencatat di buku catatan dan buku KIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak). Karena sistem tersebut, membuat kinerja bidan dalam pelayanan kebidanan menjadi kurang efektif dan efisien. Oleh karena itu diperlukan sistem pendataan jadwal pasien yang akan melahirkan normal yang terkomputerisasi dengan baik supaya menghasilkan data pasien yang lebih akurat, tepat dan mengurangi tingkat kehilangan data.

     Dari beberapa masalah yang ditemukan, maka dibutuhkan sebuah rancangan sistem baru, untuk itu peneliti akan melakukan analisis kebutuhan sistem brdasarkan dua sisi : Sisi Fungsional (sistem yang akan dibangun harus mampu menyelesaikan persoalan pendataan jadwal pasien melahirkan yang terdiri dari pendaftaran dan laporan Hari Perkiraan Lahir (HPL)) dan Sisi Non Fungsional (proses pendataan jadwal pasien melahirkan adalah persoalan yang sangat penting dan hanya pihak tertentu saja yang memiliki wewenang untuk mengelola, maka sistem yang akan dibangun harus memiliki sekuriti yang memadai dalam hal pembatasan hak akses user).

     Aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah mendesain prosedur bagi pengguna untuk menginput data secara akurat dan efektif, mendesain interface bagi pengguna, mendesain web, mendesain database, mendesain output baik onscreen maupun tercetak, desain control dan prosedur backup. Desain sistem yang dirancang menggunakan komponen-komponen dalam membangun sebuah sistem yang berhubungan dengan entitas dan diagram proses melalui Diagram Alir Data (DAD) dan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menentukan sistem aplikasi, pendefinisian prosedur yang diperlukan:

  • Desain Sistem, dalam desain sistem menunjukkan sistem eksternal yang terlibat dalam aplikasi ini yaitu pasien dan bidan.
  • Desain Basisdata, alat bantu yang digunakan pada perancangan sistem adalah: Conteks Diagram (CD), Diagram Arus Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DAD), dan Entity Relational Database (ERD).
  • Desain Interface, dalam desain interface meliputi: Input (input dalam sistem ini adalah input nama pasien, tempat tanggal lahir pasien, pendidikan pasien, golongan darah pasien, alamat pasien dan nama suami pasien), Proses (proses sistem ini adalah proses pendaftaran pasien, proses pendataan jadwal pasien melahirkan dan proses Hari Perkiraan Lahir (HPL) pasien), Laporan (Laporan yang ditampilkan adalah laporan data pasien, laporan data bidan dan laporan data pemeriksaan), Implementasi (berdasarkan rancangan alur sistem yang dibangun dan desain web yang dibuat, maka peneliti akan membangun sistem pendataan jadwal pasien melahirkan berbasis web untuk menyelesaikan permasalahan dalam proses pendataan jadwal pasien melahirkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai basisdata), Pengujian Sistem (pada tahap ini dilakukan pengujian sistem untuk mengetahui apakah sistem berjalan dengan benar sesuai kebutuhan).

     Perangkat pendukung penelitian terdiri atas perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang dijelaskan sebagai berikut: Kebutuhan Hardware (Processor Intel®Core i3, memori RAM 2GB, mouse, monitor dan printer), dan Kebutuhan Software (Sistem Operasi: Windows 10, Aplikasi basisdata: MySQL, Bahasa Pemrograman: PHP).

     Sistem ini adalah sistem jadwal pendataan pasien melahirkan yang digunakan untuk mendata jadwal pasien yang akan melahirkan dan untuk mengetahui jadwal perkiraan melahirkan pasien. Cara kerja dan fasilitas yang disediakan sistem akan dijelaskan dalam tiap-tiap bagian penjelasan pada tampilan form atau halaman.

  1. Perancangan Sistem

Perancangan sistem pendataan jadwal pasien melahirkan menggunakan DAD (Data Arus Diagram) sebagaimetode alur data dan ERD (EntityRelationship Diagram) sebagai pemodelan data.

  1. Halaman awal

Halaman awal adalah merupakan halaman awal yang pertama kali muncul ketika program dijalankan untuk mengantarkan kehalaman utama pada sistem. Untuk bisa masuk ke dalam sistem maka harus login.

  1. Halaman login

Halaman login pasien merupakan halaman yang berguna untuk pasien yang akan mendaftar periksa.

  1. Halaman Login Pasien

Halaman login pasien merupakan halaman yang berguna untuk pasien yang akan mendaftar periksa

  1. Halaman Booking Jadwal

Halaman booking jadwal ini akan muncul setelah pasien mengisi jadwal chek up sesuai informasi saran chek up yang ada pada halaman informasi dan saran chek up sebelumnya. Halaman booking jadwal  berisi informasi kehamilan pasien dan form untuk booking jadwal pemeriksaan, yaitu dengan mengisi tanggal pesan, keterangan, kemudian submit.

KESIMPULAN

  1. Sistem memudahkan dalam melakukan pengolahan input data pasien, data pemeriksaan, jadwal pemeriksaan, booking jadwal pemeriksaan serta input data bidan dengan menyimpan data dalam basis data, serta dapat melakukan pencarian data.
  2. Sistem pendataan jadwal pasien melahirkan ini mampu melakukan pengolahaan data pasien, data pemeriksaan, jadwal pemeriksaan, booking jadwal pemeriksaan, data bidan, data admin, data artikel yang tersimpan dalam web dengan baik, hingga penyelesaian masalah seperti pencarian data dengan mudah, lebih cepat, serta membantu dalam pembukuan laporan data pasien.
  3. Sistem dapat menampilkan data artikel yang dilakukan oleh admin, sehingga pasien dapat melihat informasi mengenai kehamilan, informasi data kehamilan, informasi saran chek up dan jadwal chek up pasien.
  4. Sistem ini juga dilengkapi dengan rumus cara menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang tersimpan dalam database, sehingga Hari Perkiraan Lahir (HPL) pasien akan terhitung secara tepat dan akurat.

Daftar pustaka

  1. Indriyanti, V, 2015,”Sistem Informasi Pendaftaran dan Pengolahan Data Pasien Pada Klinik Kecantikan Emerald Beauty Care”.
  2. Karaman , J, 2013. ”Perancangan Database Pasien Pad Bidan Praktek Swasta NY “K” di Desa Wringin Anom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo”.
  3. Amir, 2013. ”Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data Pasiendi Tempat Praktek dr.Sigit Joko Nugroho”.
  4. Yakub, 2012. ”Pengantar Sistem Informasi, Graha Ilmu”; Yogyakarta.
  5. Puji, E , 2011. ”Ilmu Kebidanan, Fitramaya”;Yogyakarta
  6. Republik Indonesia.Undang-Undang Dasar 1945.
  7. Hidayat, A 2009. ”Catatan Kuliah Konsep Kebidanan Plus Materi Bidan Delima, Mitra Cendekia Press”; Yogyakarta.
  8. Widyatun, D. ”Ilmu Kebidanan”, EGC; Jakarta

Halaman URL: http://eprints.uty.ac.id/969/

Jurnal Volume 3, Nomor 13 Maret 2018

Terindeksi oleh : Google Search, Scholar Google

Hasil Pencarian Menggunakan Search Engine Index by Scholar Google pada tanggal 16 Oktober 2018 jam 13.30 WIB

File Jurnal Berupa Docx

Catatan : Review ini dibuat sebagai materi Tugas MK “Teknologi dan Informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi ilmu Kesehatan Sukabumi (www.stikesmi.ac.id)  yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP (www.geri.my.id)